Panduan Menulis Kajian Pustaka (Bab 2) Skripsi 2026
Panduan lengkap menulis Bab 2 skripsi: landasan teori, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran, dan hipotesis. Tips anti plagiat terbaru 2026.
Apa Itu Bab 2 Skripsi (Kajian Pustaka)?
Bab 2 skripsi, yang sering disebut Kajian Pustaka, Tinjauan Pustaka, atau Landasan Teori, merupakan bagian yang membahas teori-teori, konsep, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik penelitian Anda. Bab ini berfungsi sebagai fondasi teoretis yang mendukung dan membenarkan penelitian yang akan dilakukan.
Dalam tahun akademik 2025/2026, penulisan Bab 2 menghadapi tantangan tersendiri: mahasiswa harus mampu menyintesis berbagai sumber referensi tanpa terjebak dalam plagiarisme. Dengan semakin canggihnya software pendeteksi plagiat seperti Turnitin dan iThenticate, kemampuan parafrase dan sintesis menjadi keterampilan wajib.
Bab 2 bukanlah sekadar kumpulan "copy-paste" dari buku dan jurnal. Bab ini harus menunjukkan bahwa Anda telah membaca, memahami, dan mampu menghubungkan berbagai teori dan temuan penelitian dengan permasalahan yang Anda angkat di Bab 1.
Struktur Bab 2 Skripsi
Meskipun formatnya bisa berbeda antar universitas, struktur umum Bab 2 biasanya terdiri dari:
- Landasan Teori — Teori-teori utama yang mendasari penelitian
- Penelitian Terdahulu — Ringkasan penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan
- Kerangka Pemikiran — Alur logis hubungan antar variabel
- Hipotesis Penelitian — Jawaban sementara atas rumusan masalah (untuk penelitian kuantitatif)
Mari kita bahas masing-masing komponen secara detail.
Landasan Teori: Fondasi Penelitian Anda
Landasan teori berisi pembahasan mendalam tentang teori-teori yang relevan dengan variabel penelitian Anda. Berikut panduan menyusunnya:
Cara Memilih Teori yang Tepat
- Mulai dari variabel penelitian — Jika meneliti "pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan," maka Anda perlu teori tentang kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan
- Gunakan teori dari pakar yang diakui — Prioritaskan teori dari tokoh/pakar di bidangnya (misalnya Kotler untuk pemasaran, Robbins untuk manajemen)
- Sertakan teori terbaru — Jangan hanya mengandalkan teori klasik, tambahkan perkembangan terkini
- Cantumkan definisi operasional — Definisikan setiap variabel secara operasional untuk keperluan pengukuran
Struktur Penulisan Landasan Teori
Untuk setiap variabel, susun pembahasan dengan pola berikut:
- Definisi variabel menurut beberapa ahli
- Dimensi atau aspek-aspek variabel
- Indikator pengukuran variabel
- Faktor-faktor yang mempengaruhi variabel
- Hubungan variabel tersebut dengan variabel lain dalam penelitian
Penelitian Terdahulu: Tunjukkan Posisi Penelitian Anda
Bagian penelitian terdahulu bertujuan menunjukkan bahwa penelitian Anda memiliki dasar empiris dan sekaligus menunjukkan kebaruan (novelty) penelitian Anda dibanding yang sudah ada.
Berapa Jumlah Penelitian Terdahulu yang Ideal?
Umumnya, skripsi S1 membutuhkan minimal 5-10 penelitian terdahulu yang relevan. Pastikan:
- Minimal 60% berasal dari jurnal (bukan hanya skripsi/tesis)
- Mayoritas diterbitkan dalam 5 tahun terakhir (2021-2026)
- Mencakup penelitian dalam dan luar negeri
- Memiliki kesamaan variabel, metode, atau objek penelitian dengan penelitian Anda
Cara Menulis Penelitian Terdahulu dalam Format Tabel
Banyak kampus kini mensyaratkan penyajian penelitian terdahulu dalam bentuk tabel perbandingan. Berikut kolom-kolom yang biasanya disertakan:
- No — Nomor urut
- Nama Peneliti & Tahun — Contoh: "Wijaya & Sari (2024)"
- Judul Penelitian — Judul lengkap artikel/skripsi
- Variabel Penelitian — Variabel X, Y, dan Z yang diteliti
- Metode Penelitian — Kuantitatif/kualitatif, jenis analisis data
- Hasil Penelitian — Temuan utama secara ringkas
- Persamaan dengan Penelitian Ini — Aspek yang sama
- Perbedaan dengan Penelitian Ini — Aspek yang membedakan (ini yang menunjukkan novelty)
Contoh Narasi Penelitian Terdahulu
Selain tabel, Anda juga perlu menuliskan narasi yang mensintesis temuan-temuan tersebut:
"Berdasarkan penelusuran literatur, beberapa penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang konsisten mengenai pengaruh positif kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan (Rahman, 2023; Wijaya, 2024; Kusuma et al., 2025). Namun, penelitian-penelitian tersebut mayoritas dilakukan pada konteks layanan perbankan dan telekomunikasi. Masih terbatas penelitian yang mengkaji hubungan tersebut pada konteks platform ride-hailing di kota-kota tier 2 dan tier 3 Indonesia, yang menjadi fokus penelitian ini."
Untuk menemukan penelitian terdahulu yang relevan secara efisien, manfaatkan teknik pencarian lanjutan yang dibahas di artikel cara cari referensi di Google Scholar.
Kerangka Pemikiran: Visualisasikan Logika Penelitian
Kerangka pemikiran (conceptual framework) adalah representasi visual dan naratif yang menunjukkan hubungan logis antar variabel penelitian. Bagian ini menjelaskan "alur berpikir" Anda: mengapa variabel X bisa mempengaruhi variabel Y berdasarkan teori dan temuan empiris yang telah dibahas sebelumnya.
Komponen Kerangka Pemikiran
- Narasi penjelasan — Paragraf yang menjelaskan hubungan antar variabel berdasarkan teori
- Diagram/gambar — Visualisasi berupa bagan yang menunjukkan arah hubungan variabel (biasanya berupa panah dari X ke Y)
Tips Membuat Kerangka Pemikiran yang Kuat
- Dasarkan setiap hubungan antar variabel pada teori yang sudah dibahas di landasan teori
- Dukung dengan bukti empiris dari penelitian terdahulu
- Buat diagram yang sederhana dan mudah dipahami
- Jelaskan setiap panah hubungan — apa logika di balik hubungan tersebut?
- Sesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan
Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban sementara atas rumusan masalah yang didasarkan pada teori dan kajian empiris. Hipotesis akan diuji kebenarannya melalui penelitian.
Jenis-Jenis Hipotesis
- H₁ (Hipotesis Alternatif) — Menyatakan adanya pengaruh/hubungan/perbedaan
- H₀ (Hipotesis Nol) — Menyatakan tidak adanya pengaruh/hubungan/perbedaan
Contoh Penulisan Hipotesis
Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:
- H₁: Terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Grab di Kota Jakarta
- H₂: Terdapat pengaruh positif dan signifikan harga terhadap kepuasan pelanggan Grab di Kota Jakarta
- H₃: Terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas pelayanan dan harga secara simultan terhadap kepuasan pelanggan Grab di Kota Jakarta
Catatan: Penelitian kualitatif dan deskriptif biasanya tidak memerlukan hipotesis.
Tips Anti Plagiat untuk Bab 2
Bab 2 adalah bagian yang paling rawan plagiarisme karena sarat dengan kutipan dan referensi. Berikut strategi untuk menghindari plagiat:
1. Kuasai Teknik Parafrase
Parafrase yang baik bukan sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim. Anda harus:
- Membaca dan memahami ide asli secara keseluruhan
- Menutup sumber asli, lalu menulis ulang dengan kalimat Anda sendiri
- Mengubah struktur kalimat secara signifikan
- Tetap mencantumkan sumber asli (nama penulis dan tahun)
2. Gunakan Kutipan Langsung Secukupnya
Kutipan langsung (menggunakan tanda kutip) sebaiknya tidak lebih dari 10-15% dari total teks Bab 2. Gunakan hanya untuk definisi penting yang tidak bisa diparafrase tanpa mengubah makna.
3. Sintesis, Jangan Sekadar Compile
Jangan hanya menyusun teori satu per satu secara terpisah. Hubungkan, bandingkan, dan analisis berbagai sumber untuk menunjukkan pemahaman mendalam Anda.
4. Variasikan Sumber Referensi
Jangan terlalu bergantung pada satu atau dua sumber saja. Semakin banyak sumber yang Anda sintesis, semakin orisinal tulisan Anda.
5. Cek Plagiarisme Sebelum Submit
Gunakan tools pengecekan plagiat (Turnitin melalui kampus, atau alternatif gratis seperti Quetext) sebelum menyerahkan draft ke dosen pembimbing. Idealnya, tingkat similarity tidak lebih dari 20-25%.
Cara Efisien Menyusun Bab 2
Menulis Bab 2 bisa terasa overwhelming karena banyaknya literatur yang harus dibaca dan disintesis. Berikut workflow yang efisien:
- Buat outline terlebih dahulu — Tentukan sub-bab apa saja yang akan dibahas berdasarkan variabel penelitian
- Kumpulkan referensi per sub-bab — Organisasi referensi berdasarkan topik yang akan dibahas
- Baca dan highlight poin penting — Jangan langsung menulis, pahami dulu semua sumber
- Buat catatan dengan kata-kata sendiri — Ini membantu proses parafrase nantinya
- Tulis draft per sub-bab — Jangan berusaha menulis semuanya sekaligus
- Review dan perbaiki alur — Pastikan ada transisi yang baik antar paragraf dan sub-bab
Proses ini memang memakan waktu, tetapi hasilnya akan jauh lebih berkualitas. Jika Anda ingin mempercepat tahap pengumpulan dan sintesis referensi, coba LulusKilat gratis — platform kami membantu Anda merangkum poin-poin penting dari jurnal, menyusun tabel penelitian terdahulu secara otomatis, dan memberikan panduan struktur Bab 2 yang sesuai dengan jurusan Anda.
Kesalahan Umum dalam Penulisan Bab 2
Hindari kesalahan-kesalahan yang sering menyebabkan revisi berulang:
- Terlalu banyak kutipan langsung — Menunjukkan bahwa Anda tidak memahami materi, hanya copy-paste
- Teori yang tidak relevan — Membahas teori yang tidak berhubungan dengan variabel penelitian
- Tidak ada hubungan antar sub-bab — Terasa seperti kumpulan potongan yang tidak terhubung
- Penelitian terdahulu hanya dilist — Tidak ada sintesis atau analisis perbandingan
- Kerangka pemikiran tidak logis — Hubungan antar variabel tidak didukung oleh teori yang dibahas
- Hipotesis tidak berdasar — Hipotesis yang diajukan tidak bisa ditelusuri ke landasan teori
- Sumber tidak kredibel — Mengutip dari blog, website non-akademik, atau sumber yang tidak bisa diverifikasi
- Terlalu pendek atau terlalu panjang — Bab 2 skripsi S1 idealnya 20-40 halaman
Perbedaan Format Bab 2 Antar Jurusan
Perlu diketahui bahwa format Bab 2 bisa berbeda tergantung bidang studi:
- Jurusan Sosial/Ekonomi — Biasanya lebih menekankan teori-teori grand dan middle range, dengan penelitian terdahulu yang fokus pada hubungan antar variabel
- Jurusan Teknik/IT — Lebih banyak membahas teknologi, algoritma, tools, dan studi komparatif sistem sejenis
- Jurusan Pendidikan — Menekankan teori-teori pembelajaran, model-model mengajar, dan hasil penelitian tindakan kelas
- Jurusan Hukum — Lebih banyak membahas peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, dan doktrin hukum
Selalu konsultasikan format yang tepat dengan dosen pembimbing Anda dan rujuk buku pedoman skripsi fakultas.
Kesimpulan
Bab 2 adalah bagian skripsi yang membutuhkan kemampuan membaca, memahami, dan mensintesis literatur secara mendalam. Dengan memahami struktur (landasan teori, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran, dan hipotesis), menerapkan teknik anti-plagiat, dan mengikuti workflow yang efisien, Anda bisa menyelesaikan Bab 2 dengan kualitas yang memuaskan dosen pembimbing. Kunci utamanya: baca banyak, pahami mendalam, dan tulis dengan kata-kata sendiri. Pastikan Bab 2 Anda menjadi jembatan yang solid antara rumusan masalah di Bab 1 dengan metode penelitian di Bab 3.
Mau Bikin Draft Skripsi Otomatis?
LulusKilat bantu generate draft Bab 1-5 dengan referensi dari Google Scholar. Bahasa formal sesuai PUEBI. Gratis 3 skripsi pertama.