Kembali ke Blog
informatif9 min baca27 Mei 2026

Cara Membuat Rumusan Masalah Skripsi yang Benar

Panduan lengkap cara membuat rumusan masalah skripsi yang benar. Perbedaan identifikasi, rumusan, dan batasan masalah beserta contoh per jurusan.

Pengertian Rumusan Masalah dalam Skripsi

Rumusan masalah adalah pernyataan yang jelas dan tegas tentang masalah penelitian yang dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. Rumusan masalah menjadi "kompas" yang mengarahkan seluruh proses penelitian — mulai dari penentuan teori di Bab 2, pemilihan metode di Bab 3, hingga pembahasan di Bab 4 dan kesimpulan di Bab 5.

Di tahun akademik 2025/2026, kemampuan merumuskan masalah yang baik menjadi salah satu indikator kematangan berpikir ilmiah mahasiswa. Dosen penguji sering kali mengawali pertanyaan sidang dengan mempertanyakan ketepatan rumusan masalah, karena jika rumusan masalah sudah salah, maka keseluruhan penelitian berpotensi tidak fokus.

Rumusan masalah yang baik bukan sekadar mengubah kalimat pernyataan menjadi pertanyaan. Ada prinsip-prinsip yang harus dipenuhi agar rumusan masalah Anda benar-benar mencerminkan inti penelitian dan dapat dijawab secara ilmiah.

Perbedaan Identifikasi Masalah, Rumusan Masalah, dan Batasan Masalah

Banyak mahasiswa yang masih bingung membedakan ketiga komponen ini. Padahal ketiganya memiliki fungsi yang berbeda dalam Bab 1 skripsi:

Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah adalah proses mengenali dan mendaftar berbagai permasalahan yang muncul dari latar belakang. Sifatnya masih luas dan mencakup banyak aspek. Biasanya ditulis dalam bentuk poin-poin pernyataan (bukan pertanyaan).

Contoh identifikasi masalah:

  • Rendahnya literasi digital UMKM di Kota Bandung
  • Kurangnya pemanfaatan platform e-commerce oleh UMKM
  • Belum optimalnya strategi digital marketing UMKM
  • Rendahnya conversion rate penjualan online UMKM
  • Terbatasnya budget pemasaran digital UMKM

Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah penyempitan dari identifikasi masalah menjadi pertanyaan penelitian yang spesifik dan terukur. Dari daftar identifikasi masalah di atas, Anda memilih beberapa yang akan menjadi fokus penelitian.

Contoh rumusan masalah:

  1. Bagaimana pengaruh social media marketing terhadap keputusan pembelian konsumen di marketplace X?
  2. Seberapa besar pengaruh content marketing terhadap brand awareness UMKM di Kota Bandung?

Batasan Masalah

Batasan masalah adalah pembatasan ruang lingkup penelitian agar lebih fokus dan dapat diselesaikan dalam waktu yang tersedia. Batasan biasanya meliputi variabel, lokasi, waktu, dan subjek penelitian.

Contoh batasan masalah:

  • Penelitian ini hanya membahas social media marketing melalui Instagram dan TikTok
  • Lokasi penelitian dibatasi pada UMKM kuliner di Kota Bandung
  • Data yang digunakan adalah data tahun 2024-2025

Ciri-Ciri Rumusan Masalah yang Baik

Rumusan masalah yang berkualitas harus memenuhi kriteria berikut:

  1. Ditulis dalam bentuk kalimat tanya — Menggunakan kata tanya seperti "bagaimana," "apa," "seberapa besar," atau "apakah"
  2. Mengandung variabel yang jelas — Variabel independen dan dependen (untuk penelitian kuantitatif) atau fokus kajian (untuk kualitatif) harus teridentifikasi
  3. Spesifik dan terukur — Bisa dijawab melalui penelitian empiris, bukan hanya opini
  4. Relevan dengan latar belakang — Harus merupakan turunan logis dari permasalahan yang diuraikan di latar belakang
  5. Feasible — Dapat diteliti dengan sumber daya, waktu, dan kemampuan yang Anda miliki
  6. Orisinal — Tidak mengulang persis penelitian yang sudah ada (boleh replikasi dengan konteks berbeda)
  7. Memiliki kontribusi — Jawaban atas pertanyaan ini harus memberikan kontribusi pada ilmu pengetahuan atau praktik

Format Pertanyaan Penelitian

Pemilihan kata tanya yang tepat sangat penting karena menentukan jenis jawaban dan metode penelitian yang akan digunakan:

Untuk Penelitian Kuantitatif

  • "Apakah ada pengaruh..." — Untuk penelitian kausal/eksperimen
  • "Seberapa besar pengaruh..." — Untuk penelitian regresi
  • "Apakah terdapat perbedaan..." — Untuk penelitian komparatif
  • "Apakah terdapat hubungan..." — Untuk penelitian korelasional

Untuk Penelitian Kualitatif

  • "Bagaimana proses..." — Untuk penelitian fenomenologi
  • "Apa makna..." — Untuk penelitian interpretatif
  • "Bagaimana pengalaman..." — Untuk penelitian naratif
  • "Bagaimana implementasi..." — Untuk studi kasus

Untuk Penelitian Mixed Method

  • Gabungkan pertanyaan kuantitatif dan kualitatif
  • Pertanyaan kuantitatif biasanya untuk tahap pertama (survei), kualitatif untuk tahap kedua (wawancara mendalam)

Contoh Rumusan Masalah Per Jurusan

Jurusan Manajemen / Bisnis

  1. "Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Grab di Kota Jakarta tahun 2025?"
  2. "Apakah terdapat pengaruh signifikan antara brand image dan harga terhadap keputusan pembelian produk skincare lokal pada konsumen wanita usia 18-25 tahun?"
  3. "Seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening?"

Jurusan Teknik Informatika / Sistem Informasi

  1. "Bagaimana merancang dan mengimplementasikan sistem informasi manajemen inventori berbasis web menggunakan framework Laravel pada UMKM XYZ?"
  2. "Seberapa akurat model Convolutional Neural Network (CNN) dalam mengklasifikasikan jenis penyakit daun padi berdasarkan citra digital?"
  3. "Bagaimana tingkat usability aplikasi mobile e-learning yang dikembangkan berdasarkan standar ISO 9241?"

Jurusan Pendidikan

  1. "Apakah terdapat pengaruh signifikan penerapan model Problem-Based Learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Yogyakarta?"
  2. "Bagaimana implementasi asesmen formatif berbasis portofolio digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA?"
  3. "Apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajar menggunakan model Discovery Learning dengan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional?"

Jurusan Ilmu Komunikasi

  1. "Bagaimana strategi komunikasi pemasaran brand fashion lokal dalam membangun engagement di Instagram?"
  2. "Apa representasi maskulinitas dalam iklan produk perawatan pria di televisi Indonesia tahun 2024-2025?"
  3. "Bagaimana penerimaan audiens Gen Z terhadap konten edukasi kesehatan mental di platform TikTok?"

Langkah-Langkah Membuat Rumusan Masalah

Berikut langkah sistematis yang bisa Anda ikuti:

  1. Baca ulang latar belakang — Pastikan Anda sudah mengidentifikasi masalah utama dengan jelas
  2. Tentukan variabel penelitian — Identifikasi variabel X (independen), Y (dependen), dan Z (moderating/intervening) jika ada
  3. Pilih jenis penelitian — Kausal, korelasional, komparatif, deskriptif, atau kualitatif?
  4. Pilih kata tanya yang tepat — Sesuaikan dengan jenis penelitian yang dipilih
  5. Susun kalimat pertanyaan — Gabungkan kata tanya + variabel + konteks (lokasi, waktu, subjek)
  6. Periksa konsistensi — Pastikan selaras dengan judul, latar belakang, dan tujuan penelitian

Kesalahan Umum dalam Rumusan Masalah

Waspadai kesalahan-kesalahan berikut:

  • Terlalu luas — "Bagaimana pengaruh teknologi terhadap pendidikan?" (terlalu umum, tidak ada batasan jelas)
  • Bukan pertanyaan penelitian — "Apa itu digital marketing?" (ini pertanyaan definisi, bukan rumusan masalah)
  • Tidak bisa diukur — "Mengapa mahasiswa malas?" (subyektif dan sulit diukur secara empiris)
  • Tidak ada variabel jelas — "Bagaimana kondisi UMKM saat ini?" (deskriptif tanpa fokus yang jelas)
  • Tidak sinkron dengan judul — Variabel di rumusan masalah berbeda dengan yang ada di judul skripsi

Tips Merumuskan Masalah dengan Bantuan Teknologi

Di era digital 2026, proses merumuskan masalah penelitian bisa dibantu dengan berbagai cara. Namun, penting untuk diingat bahwa teknologi hanya sebagai alat bantu — pemahaman substansi tetap harus dari Anda sendiri.

Untuk membantu Anda merumuskan masalah yang tepat dan konsisten dengan keseluruhan Bab 1, coba LulusKilat gratis. Platform ini memandu Anda step-by-step dari penentuan topik hingga finalisasi rumusan masalah, memastikan konsistensi antara latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian.

Hubungan Rumusan Masalah dengan Komponen Lain

Rumusan masalah tidak berdiri sendiri. Ia terhubung erat dengan komponen skripsi lainnya:

  • Judul skripsi — Judul harus mencerminkan rumusan masalah secara ringkas
  • Tujuan penelitian — Setiap rumusan masalah harus punya tujuan yang bersesuaian
  • Kajian pustaka — Teori yang dibahas di Bab 2 harus relevan dengan variabel di rumusan masalah
  • Metode penelitian — Jenis rumusan masalah menentukan metode yang digunakan
  • Kesimpulan — Bab 5 harus menjawab setiap rumusan masalah yang diajukan

Kesimpulan

Rumusan masalah adalah jantung dari skripsi Anda. Merumuskannya dengan benar sejak awal akan membuat keseluruhan proses penelitian lebih terarah dan efisien. Pastikan rumusan masalah Anda spesifik, terukur, relevan dengan latar belakang, dan feasible untuk diteliti. Dengan rumusan masalah yang solid, Anda siap melangkah ke tahap selanjutnya: menyusun kajian pustaka di Bab 2.

Generator Skripsi AI

Mau Bikin Draft Skripsi Otomatis?

LulusKilat bantu generate draft Bab 1-5 dengan referensi dari Google Scholar. Bahasa formal sesuai PUEBI. Gratis 3 skripsi pertama.